PILAR-PILAR ISTIQAMAH
بسم الله الرحمان الرحيم
اَلحَمدُ للهِ، اَلحَمْدُ
للهِ الَّذِي اَرسَلَ رَسُولَهُ بِالهُدَى وَالدِّيْنِ الْحَقِّ، لِيُذْكِرَ عَلَى
الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَ بِاللهِ شَهِيْدًا. اَشْهَدُ اَن لَا إلهَ إلَّا الله
وحده لا شريك له، واشهد أنّ محمّدًا عبدُهُ ورسله أما بعد.
فقال اللهُ تعالى في القرآنِ
العظيم، أعوذ باللهِ من الشّيطانِ الرّجيم:
Segala puji mari panjatkan kepada Ilahi
Rabi, Allah SWT. yang telah menciptakan Manusia sebagai makhluk yang paling
mulia di banding dengan makhluk ciptaan Allah yang lain dengan segala sifatnya
yang Allah ciptakan. Shalawat serta salam mari kita limpah curahkan kepada
baginda Nabi kita, Nabi Muhammad Saw. yang telah mengantarkan umatnya ke zaman
yang terang benderang yang terlepas dari zaman kebodohan, zaman kegelapan yang
telah menyelimuti umat-umat terdahulu yang jauh dari syari’at Allah SWT.
sebelum datangnya beliau, dan kepada para sahabatnya, Tabi’in-tabi’innya, para
at-ba’uttabi’in yang telah dengan penuh rasa kasih sayang yang sangat untuk
menyampaikan risalah agama Islam ini, dan kita selaku ummatnya semoga diberkahi
serta dirahmati Allah SWT. amiien...
Kawan-kawanku seperjuangan...
Istiqamah merupan jalan orang-orang yang
berpegang teguh pada petunjuk Allah SWT. yang mereka melakukan apa yang telah
Allah perintahkan dan meninggalkan apa yang Allah larang kepada ummat-Nya. Ia
ingin mendapat gelar di hadapan Allah SWT. sebagai orang yang bertaqwa dan
ingin mendapatkan kenikmatan yang langgeng di Surga akhirat kelak.
Memelihara sikap Istiqomah sangatlah
berat, namun saya sekarang ingin sharing tentang pilar-pilar apa yang dapat
dijadikan pondasi agar kita dapat tetap Istiqomah di jalan-Nya sampai meninggal
kelak. Berikut adalah diantaranya:
Pertama: menjaga hati agar senantiasa
ikhlas dalam beramal; dengan
rasa ikhlas ketika beramal dapat meberikan energi kepada yang melakukannya
untuk mendapat kemudahan dalam menjalani kehidupan ber-Islam dan saat menegakan
kebenaran sebagai suatu yang ringan, karena mereka telah terjauh dari godaan
syetan. Karena Iblis telah mengakui bahwa ia kalah dengan rasa ikhlas pada diri
umat Manusia, sebagaimana dalam al-Qur an yang artinya:
(39) iblis
berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat,
pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka
bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya; (40) kecuali hamba-hamba
Engkau yang mukhlis (ikhlas) di antara mereka" (Q.S. al-Hijr [15]: 39-40).
Para ulama mengatakan orang yang ikhlas
itu tidak akan pernah semangatnya melonjak karena mendapat sanjungan, dan
melemah semangatnya ketaika orang-orang tidak menyanjungnya. Dan amalan yang
paling baik adalah amalan yang berkesinambungan walaupun sedikit.
Kawan-kawanku seperjuangan...
Kedua: mengakrabkan diri dengan al-Qur an; mendekatkan diri dengan al-Qur an sangat
berperan bagi orang yang ingin Istiqomah di jalan-Nya. Karena dengan seringnya
berinteraksi dengan al-Qur an akan membuat hati menjadi tenang karena membaca
kalam Allah, selain itu kita juga akan mendapatkan ganjaran yang tidak sedikit,
betapa tidak setiap huruf dalam al-Qur an Allah akan ganjar dia dengan 10
pahala. Al-Qur an apibila dibaca berualang kali tidak akan bosan karena
merupakan salah satu keajaiban dari al-Qur an.
Dengan cara apa kita mendekatkan diri
dengan al-Qur an? Tentu banyak cara untuk itu, terutama membacanya dengan
penuh penghayatan. Namun bagaimana orang yang tidak mahir berbahasa Arab menghayati
al-Qur an? Bisa saja, karena pada zaman sekarang banyak al-Qur an yang terlah
di terjemahkan ke dalam beragam bahasa, sehingga dapat digunakan untuk
menghayati al-Qur an. Namun tentu saja membaca terjemahannya saja bukanlah
pengganti dari membaca al-Qur an. Selain itu cara mendekatkan diri dengan
al-Qur an adalah menghafal dan mengamalkannya.
Kawan-kawanku seperjuangan...
Ketiga: banyak merenungi dan menghayati
perjalanan hidup orang-orang shaleh terdahulu; teramat banyak pelajaran (ibroh) yang dapat kita
ambil dari perjalan hidup orang-orang terdahulu. Dari membaca riwayat mereka
kita bisa yakin bahwa semakin tinggi keimanan semakin besar pula ujian
yang allah hadapkan kepadanya. Tentu cobaan yang paling besar Allah berikan
adalah kepada para Nabi. Dari kisah-kisah yang dilakoni para pendahulu kita,
kita semakin yakin akan
kebenaran Firman Allah Ta’ala yang artinya:
(2). Apakah manusia itu mengira bahwa mereka
dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka
tidak diuji lagi? (3) dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang
sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan
Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Q.S. al-‘Ankabut [29]:
2-3).
Itulah hikmahnya di dalam al-Qur an banyak kisah yang disampaikan oleh
Allah kepada Rasulullah Saw. dan tentunya kepada kita selaku umatnya. Allah
menjelaskan dalam al-Qur an, yang artinya:
(62) Sesungguhnya ini adalah
kisah yang benar, dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah; dan
Sesungguhnya Allah, Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana; (63) kemudian
jika mereka berpaling (dari kebenaran), Maka sesunguhnya Allah Maha mengetahui
orang-orang yang berbuat kerusakan. (Q.S. Ali Imran [3]: 62-63).
Maka dapat diambil kesimpulan dari ayat di
atas bahwa: 1) kisah-kisah yang Allah sampaikan dala al-Qur an adalah Qisah
yang nyata dan benar adanya ; 2) semua kisah itu menegasakan bahwa tiada tuhan
selain Allah; 3) Allah Maha Gagah dan Maha Perkasa dalam melaksanakan
rencana-Nya dan dalam waktu bersamaan Maha Bijaksana; 4) setelah dijelaskan
kisah-kisah nyata itu maka janganlah hendaknya kaum muslimin menyimpang dan
keluar dari jalur kebenaran.
Kawan-kawanku seperjuangan...
Keempat: jangan mengambil jalan sulit
dalam ber-Islam; Islam
yang diajarkan dalam al-Qur an dan as-Sunnah adalah ajaran yang mudah
dilaksanakan dan tidak menyulitkan manusia. Namun jagan pula berfikir bahwa
boleh memudah-mudahkan (mempermainkan) dan kemudian selalu lari dari tantangan.
Rasulullah menjelaskan bahwa cara yang terbaik dalam ibadah adalah dengan cara
menjaga keseimbangan.
Kawan-kawanku seperjuangan...
Kelima: jagan berhenti berdo’a; do’a merupakan pekerjaan yang tidak berat
untuk dilakukan namun mempunyai pengaruh yang dahsyat. Rasulullah Saw. pun yang
terpelihara dari perbuatan dosa tidak henti-henti untuk diberi keteguhan dan
Istiqamah. Dalam sebuah Hadits, Rasulullah Saw. sering berdo’a dengan do’a
berikut,
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ (الترمذي)
Artinya : “ya Allah yang membolak-balikan hati,
teguhkanlah hati kami di atas agamamu” (H.R. Tirmidzi)
Kawan-kawanku seperjuangan...
Tentu masih banyak upaya lain yang dapat
kita lakukan (sesuai dengan tuntunan syari’at Islam) agar senantiasa Istiqamah.
Bila kelima hal ini dapat kita laksanakan Isyaallah kita memiliki bekal yang
kuat untuk selalu istiqamah di jalan Allah SWT.
Wallahu a’lam bisshawaab...
Referensi : Majalah Percikan Iman (No. 09 Th. VIII
September 2007 M/ Sya’ban 1428 H. Hlm. 67)
Komentar
Posting Komentar